Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Kompas Tempo Detiknews
Google Yahoo MSN
Blue Sky Simple News Simple News R.1 Simple News R.2 Simple News R.3 Simple News R.4

Free File Hosting Service»

My Blog Feeds »

  • Zoom Magazine is one of magazine Blogger template. Simple elegant with dropdown menu, image slide show and more...
  • Zoom Magazine adalah salah satu template blogger bergaya majalah. Silahkan ketik judul dan keterangan gambar anda disini...
  • Zoom Magazine adalah salah satu template blogger bergaya majalah. Silahkan ketik judul dan keterangan gambar anda disini...
Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Oktober 2009 | 00.13 | 0 Comments

PRATIMA DURGA BIKIN KERAUHAN DI PURA MAJAPAHIT GWK

Untuk menyambut Odalan Purnama ke V di Pura Majapahit GWK akan kita kutip Berita Harian NUSA Minggu, 21 Oktober 2007 : DENPASAR, Nusa Bali, Kerauhan massal terjadi saat prosesi pemindahan pratima  DURGI KALI di Pura Gading MAJAPAHIT Jimbaran, Kuta Selatan Badung, Sabtu [21/10], Mereka yang kerauhan, empat diantaranya  perempuan muda yang tergabung dalam World Hindu Youth Organization [WHYO], dan satu lainnya pengempon Pura Gading Majapahit. Awalnya anggota WHYO ingin meminjam pratima DEWI DURGI KALI di PURA GADING MAJAPAHIT untuk keperluan upacara perayaan DURGA NAVARATRI yang akan dilaksanakan minggu [21/10] malam ini di kampus Universitas Mahendradatta Denpasar. Pratima dipindahkan sehari lebih awal, Sabtu kemarin. Maka, rombongan WHYO yang berjumlah 15 orang ini berangkat hendak meminjam pratima ke Pura Gading Majapahit, pukul 16.30  Wita, Setibanya di Pura, mereka melakukan sembahyang matur piuning. Secara kebetulan ketika rombongan ini datang, Pratima DURGI KALI sudah berada [di meja panjang] didepan Pura,, selain Pratima tersebut, juga ada dua Pratima lainnya di sana, Salah satunya, Pratima Wayang. Saat persembahyangan, datang rombongan pengempon Pura Gading Majapahit sekitar 25 orang dan langsung ikut sembahyang. Seusai sembahyang, barulah rombongan WHYO dan pangempon Pura bersama-sama mengarak ketiga pratima tersebut menuju lokasi Garuda Wisnu Kencana [Pura majapahit GWK], untuk selanjutnya diupacarai. Keanehan mulai muncul ketika prosesi mengarak pratima, saat salah satu panitia perayaan DURGA NAVARATRI , I wayan Suantika, dan seorang pangempon Pura berperilaku aneh, Mereka tiba tiba memukul sepeda motor dan memarahi pengendaranya yang berusaha melewati arak arakan, Semula Pratima akan diarak searah jarum jam berputar di Candi Majapahit GWK, namun, saat putaran pertama akan dimulai,


Pangempon Pura yang berperilaku aneh tiba tiba KERAUHAN perempuan ini marah marah dan berteriak menyuruh arak arakan berbalik dan berlawanan arah jarum jam, akhirnya arak arakan mengikuti saran  pangempon Pura tersebut, Setelah memutari Candi, dua Pratima ditaruh di Candi [ model jawa menurut Amplik Ketua PHDI Kuta Selatan],  sedangkan Pratima Durgi Kali dibawa menuju Bus, saat itu, Pengempon tadi  kembali Kerauhan seraya meminta rombongan didalam bus untuk turun. Justru empat perempuan WHYO ikut kerauhan , Empat perempuan WHYO yang kerauhan itu adalah Ayu Fransiska [pembawa Pratima Dewi Durgi Kali], Dewa Ayu Puspawati, Lilik dan Ni Putu Widyawati. Saat Kerauhanperempuan pangempon Pura itu mengatakan dirinya SABDO PALON, dia mengatakan akan ada BENCANA apabila dalam setahun kedepan, kedua Pura pengganti tidak didirikan [kini di Pura Ibu sudah di buat 2 Candi dan Ngenteg Linggih 9-9-2009]  Bahkan, disebutkan ada ombak setinggi pohon kelapa, apabila krama Bali tidak memperhatikan kebaradaan Pura dan Pura dikalahkan oleh kepentingan pariwisata. Sementara, empat perempuan WHYO yang Kerauhan tampak menangis, berbicara sendiri, dan menjerit-jarit, Kerauhan ini terus terjadi sampai rombongan sampai di Kampus Universitas Mahendradata di Denpasar, Lokasi penempatan pratima DURGA DEWI KALI sekaligus lokasi perayaan DURGA NAVARATRI. @ cr 14,- Demikanlah berita Nusa Bali yang Wartawannya ikut Mendak jadi beritanya Pandangan Mata Langsung, Ini perlu Ahli ? Pakar Hindhu, apakah benar Untuk Dewi Durga Putaran ke Candi berlawanan Arah Jarum Jam? semoga   menjadi bahan  Bahasan maklum anak muda sekarang tidak mengerti jadi mutari Candi arah jarum jam,- Juga komentar orang luar Hindu yang mengatakan Kerauhan Setan seperti Alvatarz juga silahkan komentar jadi satu dengan Pakar Hindhu lalu pembaca juri nya, bebas kok. {Gusti Heker Pakar Internet, Gusti Noko Pakar Alquran dan Team} Jimbaran 18-10-2009,- Perlu di jelaskan semua Pratima dulu Gedongnya di RUKO GWK kemudian Ruko diminta Investor Baru  kepada Investor lama, Pihak Pura Majapahit cari Ruko di Puri Gading yang terdekat bila Odalan di Pura Majapahit GWK  Mendak Pratima tidak terlalu jauh, Ruko Puri Gading dibantu GWK AC saya yang masang, bahkan Bigsu Shin Sidarta Indrajaya yang memberi Lokasi Pelinggih [investor lama] berkata " Kok tidak cari tanah saja, paling membangunnya 3 bulan kan lebih murah saya bantu keuangan" Beliau  minta perpanjangan Ruko 3 bulan pada Investor Baru tapi Hyang Suryo tidak mau perpanjangan nanti dikira Prabu Airlangga Pengemis, demikianlah ceritanya, Sampai sekarang Ruko bekas tempat Pratima masih kosong dan tutup padahal belum di Upacarai untuk Nuntun kepindahan ke Gedong Baru di Puri Gading, karena waktu itu mendadak dan Langsung di Iring Mahasiswa / Siswi Mahendradata, penyungsung dll, di Puri Gading disambut CARU BALI MULA oleh GURU dari Bali Mula Kintamani Batur, Odalan Ngenteg Linggih, Wayang Calonarang Mengui, Tari tarian, Bale Ganjur ngiring dari GWK ke Puri Gading Ruko [dukemen VCD ada], dan Hebat nya dalam sebulan terbentuk Candi dibelakang Ruko, Meru Cor Tertinggi di Indonesia [Versi Bali Pos], Gedung Pratima / Klenteng diresmikan besar basaran Banten Odalan Ngenteg Linggih khusus Adat Bali, Utusan China mengatur Ngalinggihan / Peletak an kepindahan Pratima / Kimsin dengan Mendatangkan Ahli dari China dan Taiwan dengan Sesaji lengkap dari China ini Agar Siwa-Budha nya Sempurna, Barongsai, Barong Ket Bali diikutkan sebagai pelengkap Upacara, Gamelan Gede Bali, Kidung dll pokok nya adat Bali Majapahit dilengkapi {ada VCD} bahkan diberitakan Koran bahasa China, Koran Asli di pigura biar bisa dibaca Tamu Touris Cina dan Jepang,


Ternyata Tulisan jepang China sama hanya ejaan lain, tapi arti sama contoh Pura Ratu Mas cina "Cin Kwan Se" tulisan ini bila dibaca orang Jepang "King Hikari Tera"  sama "Sinar Mas" Kwan Se sama Hikari Tera, Aksara satu bisa dibaca China dan Jepang suara saja beda, Bahkan Utusan China yang menanam Pedagingan Buatan Adat Bali, sambil Komat Kamit membaca Mantra Buda Pedagingan di Tanam diiringi Ida Pedanda Muput, Gamelan Bali bertalu-talu,  gadis gadis China menyanyikan Mantra Budha, juga yang dari Taiwan dan China sempat Kagum dengan di gunakannya Uang China ? Kepeng untuk Upacara bahkan ditanam sebagai Pedagingan, sampai Bali dan China berpeluk kan mengaku Saudara, waktu pulang masing masing tidak bisa berkata karena terharu, semua mengucurkan Air Mata, mereka baru pertama seumur hidup melihat Upacara Banten selengkap Odalan Bali, bahkan Shoting dari China dikirimkan 12 DVD, kemudian diedit AA Agung jadi satu DVD dengan upacara dari  Pasang Tetaring, Melasti, Odalan Ngenteg Linggih, Nyegara Gunung sampai nyineb, Orang Bali dan jawa pun Kagum melihat Upacara Chuia Ngalinggihan dan seumur hidup saya Komang Artanegara [dokumentasi foto] baru Kali ini melihat Upacara selengkap ini, Biasanya Odalan Bali memakai Uang Cina / Kepeng saja, ini justru saya melihat Pemilik Uang Kepeng / China ikut Upacara bahkan Urutan sesaji Ngalinggihan dari China, Jumlah Dupa dll sangat Disiplin dan saya Bersyukur bisa menyaksikan Ngalinggihan / Ngenteg Linggih selengkap ini, Menurut Tamu dari Taiwan memang ini upacara Pertama di Dunia, sana Kelentengnya sudah berusia Ratsan bahkan Ribuan tahun, Jadi Kepindahan Pratima / Kimsin Man Cu Pa Ik / Majapahit ini memang peristiwa Langka, Jarang ada Klenteng di pindah, berhubung Pura Kerajaan Majapahit / Man Cu Pa Ik pindah ke Bali karena di tutup maka mereka membantu se Sempurna Mungkin Upacara nya mengingat Putri Raja Miao Li adalah Permaisuri Brahmaraja yang juga Luluhur Mereka dinaikkan Raja Thang / Tong yang juga Putri nya Miao Shan usia 17 tahun Mokswa jadi Dewi Kwan Im Pelindung Kerajaan di China, Kakaknya Miao Yin El kemudian Menurunkan Raja Miao Li menurunkan Yulan Permaisuri Brahmaraja Raja Daha / Tha Ha, Cauwa / Jawa, Man Cu Paik negara Nan Hai di SD china sudah di Ajar kan jadi Sejarah Man Cu Pa Ik / Majapahit di China cukup dikenal, di Arab memang tidak di kenal,-{ saya ceritakan kembali karena saya melihat dengan mata kepala saya upacara Langka ini saya  Komang Artanegara Bendahara Pura Majapahit GWK} 18-10-2009 silahkan komentar kalau kurang jelas saya perjelas.

Sabtu, 26 September 2009 | 00.05 | 0 Comments

PRATIMA DURGA PURA IBU MAJAPAHIT DIPENDAK UNMAR

26 September 2009 jam 14.30

Rektor Universitas Marhaen/Mahendradata datang memendak Pratima Durga Mahisa Nandini, untuk disemayamkan di Universitas Tertua di Bali dan Nusatenggara, dalam Perayaan "Durga Nawaratri", DR. Gusti Arya Wedakarna yang baru saja menyabet MURI dengan predikat Rektor Termuda di Dunia, sebelumnya juga Tercatat MURI sebagai DOKTOR termuda di Dunia 26 tahun, Sejak percaya dengan Leluhur Majapahit, Bahkan entah yang keberapa Pratima Leluhur Majapahit dibawa ke Kampus Mahendradata, untuk diupacarai, memang ini satu-satunya  Universitas yang berani memasukkan Pratima Leluhur tanpa memperdulikan Mahasiswa/siswi nya yang berbeda Agamanya, Pemuda Terpandai di Dunia ini, bahkan memprakarsai Patung Ganesa Tertinggi di Dunia ketika Pratima Ganesa Pura Majapahit Nyejer di Singaraja, dan berhasil Biarpun masuk MURI tertinggi di Asia, kini sedang diselidiki dinegara mana yang tingginya mengalahkan Singaraja, Waktu itu baru berusia 22 tahun sudah Menjadi Presiden Pemuda Hindu se Dunia, Pada Awalnya, Pertama bertemu Hyang Suryo, Sempat Hyang Suryo memarahi nya, jangan bergurau, Ternyata Pemuda ini Serius, Dan Mengaku Keturunan Raja Bali Tegeh Kori yang jadi Kesayangan Arya Kenceng Raja Bali dari Majapahit waktu itu, Dan selalu berdo'a di Pura Majapahit Buleleng, GWK, dan Bahkan Ketika Peresmian Pelinggih Wisnu di GWK yang sederhana [seharga Rp. 200.000,-] tidak Canggung Pemuda ini Negen Pratima yang beratnya hampir 100 kg, untuk di Linggihkan dan Odalan hingga hampir Jatuh pingsan kelelahan, 


Bahkan Banyak juga mengadakan Festival Kirap Pratima, mengikuti Adat Cina di Jawa dimana Pratima di Kirap yang menurut Amplik Ketua PHDI Kuta Selatan Pratima tidak boleh di Bawa-Bawa, Pratima Dewi Tangan Seribu yang menurut Kepercayaan Rektor Termuda di Dunia ini adalah Manivestasi Dewi Mahendradata nama Universitasnya  yang juga Ibunda Prabu Airlangga, hingga Ngalinggihan Pratima Airlangga di GWK pemuda inilah yang negen /mikul ditaruh diatas Kepala nya, Ketika mendengar Pelinggih Prabu Airlangga akan di gusur, Pemuda terpandai se jagat inilah dengan gigih menghadapi pihak GWK, dan yang paling marah merasa Leluhurnya dilecehkan Investor, Sampai -sampai Team Ahli Adat dibentuk tentang Tatacara bila Pratima/Leluhur sudah di Linggihkan, harus bagaimana caranya jangan main Gusur, "Saya sebagai Warih Majapahit tidak terima itu, Investor bisa ganti berganti, Bali tetap Bali, buktinya ini Investor baru, nanti ya Baru lagi, lain lagi nanti Aturannya, Jelas di Undang Investor lama kok Macam- macam" kata Darah muda yang sedang Bergolak ini sambil mengibar-ngibarkan Undangan Resmi Para Leluhur Majapahit ke GWK yang disetujui Direktur dan GM lama, " Kalau Urusan Bisnis Lain, saya tidak turut campur, ini urusan Adat, Tatacara Leluhur kita, investor cuma HGB 25 tahun, itupun bisa dia jual ke investor lain, memangnya dia yang punya Bali? Hormati dong Adat Bali biar Direstui Para Leluhur, Pura Majapahit Trowulan kan di Tutup, kemari diundang" imbuhnya ketika di Pura Ibu, Bahkan Ada Kapolsek dan Anak buahnya, serta ratusan Orang termasuk Mahasiswanya, Lebih Gusar Lagi melihat berita Amplik Ketua PHDI Kuta selatan dan Kelian, " Ini Orang Bali apa bukan? belum ditanyakan masalahnya sudah mulutnya  JEPLAK bela Investor, dapat apa dia? paling paling kena Tulah" memang ketika tahun lalu sempat dipendak Pratima Durga 1 Bis Mahasiswa/Siswi sempat keraohan, bahkan Pemendakan sebelumnya juga Bali sempat diguyur Hujan dan Banjir hingga memakan korban Jiwa {diberitakan Media}. Jadi mestinya bisa nyebet MURI lagi sebagai Rektor yang Percaya Pratima di Dunia. dan berani membawa masuk Kampus nya, Kita tunggu Kiprah pemuda Kontroversial ini, belum bisa di jelaskan apa dan bagaimana acara Durganawaratri nya, Karena Baru meninggalkan Pura Ibu Majapahit Jimbaran, jam 14.30 dengan diiringi Orang Kepercayaannya, "saya Takut mengerahkan Mahasiswa, nanti kalau Keraohan, repot, kalau Sopir Bis Keraohan bisa gawat, mengganggu Lalu lintas" tambah Sang Rektor yang mendampingi Putra Bung Karno "Surya Sukarno" Yang menyerahkan Patung Dada Bung Karno kepada Brahmaraja XI serta Memasang Gada Limpung Alugoro di Puncak Candi Ibu beberapa waktu yang lalu tepatnya 5 juli 2009. Dan Pemuda ini juga sempat Mandi di Batu Pecah desa Belalang tempat Pelinggih Sementara Gajahmada ketika Gebyar Pusaka Majapahit dalam menyambut Delegasi Parlemen se Dunia di Tanah Lot, ketika itu Pelangi Turun sekitar jam 16.00 masuk ke dalam tanah membuat bulatan 10 meter persegi,  Bersama Hyang Suryo yang ber Abiseka Sri Wilatikta Brahmaraja XI Sang Pemuda Wedakarna [belum DOKTOR dan REKTOR] mandi memasuki Alam lain yaitu dalam Bungkusan Pelangi/Biang lala, yang diliputi Warna Warni segala warna, disaksikan Ratusan Mahasiswa/siswi dan pengikut lainnya, kira-kira jam 17'30 pelangi memudar dan hilang, Kejadian ini memang aneh, bisa dinikmati lebih dari 1 jam, mungkin Sinar Maha Patih Gajah Mada Pemersatu Nusantara, muncul bergembira di buatkan Pelinggih biarpun seharga Rp.125.000,- Beliau memancarkan Sinarnya pada 2 Orang yang berjuang untuk Leluhur Majapahit, Dimana setelah Gebyar Pusaka Majapahit, Pelinggih kecil di Batu Belah ini di suru Pralina pihak Badan Otorita Tanah Lot melalui HP Mangku GRP. Noko Prawiro selaku Panitia Gebyar Pusaka, Dan HP disampaikan kepada Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang awalnya disuru Membongkar, Setelah dijelaskan kalau Pelinggih itu masuk Desa Belalang bukan Tanah Lot yang masuk Beraban, kemudian suara dibalik HP merendah "Di Preline saja Pak, Mangkunya sudah setuju" Akhirnya tak lama kemudian datang Ombak besar Mempreline Pelinggih 125.000,- tersebut hilang tanpa bekas, seiring hilangnya Pelangi beberapa hari sebelumnya yang sempat dimasuki  Sri Wilatikta Brahmaraja XI dan Gusti Arya Wedakarna untuk mandi air laut selatan tempat bersemayam nya Ratu Mas Jawa: Ratu Laut Kidul, Cina: Nan Hai Niang Niang / Dewi Laut Selatan. Ada lagu : 'Pelangi Pelangi Alangkah Indahmu Merah, Putih Kining Dilangit yang biru......Pelangi Pelangi ciptaan Tuhan" sebuah berita bila telah berlalu akan menjadi catatan bahkan Sejarah, kisah ini akan menjadi Sejarah dimana Gebyar Pusaka Majapahit, bisa menghilangkan Serangan Wereng, dimana sehari sebelum Gebyar Pusaka, Wereng menyerang wilayah Tanah Lot sampai setinggi 1 m sangat mengerikan dan hampir menggagalkan Pameran, akhirnya Para peserta Pameran dengan penuh keraguan meneruskan Pameran setelah di Gurau 'i Mangku GRP. Nokoprawira Kalau Keris Pusaka Majapahit bisa Menolak Wereng, ternyata Gurauan / Canda/Dagelan didengar Leluhur Majapahit dan di Kabul kan, Tak seekor Wereng pun hadir keesokan harinya, Ibu Megawati, Pejabat, Delegasi Parlemen sedunia makan / Diner [istilah keren nya] dengan tenang tanpa diganggu Wereng bahkan Hyang Suryo Brahmaraja XI mendapat Hidangan Istimewa dari Restoran, Juga Mangku GRP. Nokoprawiro di service, Gebyar usai, Bak Pepatah "Habis manis Sepah dibuang" Hyang Suryo Lebih keren dengan nama Brahmaraja XI di suru membongkar Pelinggih Gajah Mada melalui HP, Kasian Leluhur Majapahit yang menyelamatkan Tanah Lot dimata Dunia dari memalukan di serang Wereng, Coba Bayangkan para Tamu makan berlarian bubar diserang Wereng, Hal ini anggap kebetualan, Leluhur Pernah Berjaya menyatukan Nusantara dianggap Kebetulan ya tidak apa-apa, yang penting Pura Ibu Majapahit sudah berkarya untuk umat, tidak butuh penghargaan, yang penting Beliau di Odali dengan tulus iklas, Bahkan Pelinggih Prabu Airlangga hanya seharga rp. 200.000,- sampai dilecehkan pihak GWK pimpinan AA Rai Dalem mungkin dianggap Pengemis, melihat sederhanaannya Pelinggih, Justru sederhana ini bukan Pengemis, tapi tulus iklas sekemampuan, dan Leluhur Butuh ke iklasan, Megah bergelimang uang, hasil korupsi, temtunya biar sederhana bukan hasil ngemis, Ada lagu Kus Plus " Ojo Ngenyek, Omah Gubuk Omahe dewe" Akhirnya tak beberapa lama AA Rai Dalem tertipu 15 juta Tabungannya Ludes di Embat Cewek Penipu, masuk Koran Oleh Komang Artanegara Korannya di Taruh Pura Ibu dan dibaca semua Orang,- Juga Tanah Lot desa Beraban Kemasukan Flu Burung Berita Koran/TV. Bahkan Keris Gajahnada Ketika Tumpak Landep berhasil merontok kan Beringin Ratusan Tahun di Puri Anom juga Anggap kebetulan, Pancasila Dasar Negara juga anggap kebetulan, Bung Karno Bergurau bikin Dasar Negara, Dasar bangsa sudah Keblinger [istilah Bung Karno], Leluhur Majapahit diakui Dunia Pencipta Negara Nasional Pertama, belum ada yang bisa meniru persis, contoh Arab, Israel, Irak, Iran, Kuwait dll, sendiri-sendiri saling perang tidak dibawah Raja Arab, Hanya Amerika mirip, Presiden Argentina, Presiden Mexico, Presiden Chili dll Tunduk sama Presiden Amerika Serikat Obama, Majapahit juga banyak Raja-Raja Nusantara Tunduk dengan Raja Pusat Prabu Hayam Wuruk. Amerika Federal Majapahit Kerajaan dan lebih dulu Majapahit hingga konsep nya sudah mendunia, banyak ditiru, contoh: Dunia kalau Pemilu mencari Gajah Mada / Perdanamentri, Raja/Presiden hanya simbul, Coba Anda pikir siapa Presiden India? siapa Presiden Singapura? Kalau Kerajaan Jelas ada Raja, tapi hanya simbul yang gerak Perdanamentri dalam Catur Star bergerak, Raja di rukir biar aman, Raja kena Skak Mat, ya bubar. Raja/Presiden diluar negri tidak Keluyuran Nampang lha kalau di tembak Bubar Negaranya cukup Star nya ini sama dalam Catur/Sekak.
 

Poll

Poll

Pengikut

Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by Jurnalborneo.com
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.